bagaimana membentuk anak-anak yang cerdas?
- Friday, April 17, 2009, 8:44
- Mom & Kids
- 827 views
- 2 comments
kenapa setiap orangtua memiliki mimpi yang besar untuk memiliki anak-anak yang cerdas??
saat pertanyaan ini saya tanyakan kebeberapa orangtua, jawabannya sangat beragam. karena anak adalah investasi, karena anak adalah cerminan orangtua, karena anak adalah amanah, dan lain sebagainya.
namun terlepas dari alasan orangtua diatas, satu hal yang mejadi pokok permasalahan adalah, bagaimana membentuk anak-anak yang cerdas? pertanyaan ini sulit dijawab, karena jawabannya tidak ada yang baku dan permanen. anak adalah bagian dari komunitas manusia yang hidup secara dinamis. otomatis anak akan memperoleh pengaruh dari dalam ataupun dari luar pribadinya. sehingga dengan pengaruh ini anak akan mengalami perubahan-perubahan dalam kehidupannya. jadi untuk membentuk satu orang anak saja menjadi cerdas orangtua membutuhkan pengetahuan-pengetahuan penting terhadap pola kedinamisan satu anaknya. Hal ini seiring jika orangtua menginginkan semua anaknya (lebih dari satu) untuk menjadi cerdas. itu adalah pekerjaan yang ekstra keras, karena kepribadian masing-masing anak sangat beragam.
layaknya memanen padi di sawah, petani menginginkan hasil panenan yang baik dan berkualitas. maka untuk itu, petani harus menyiapkan semuanya jauh-jauh hari sebelum panen dilaksanakan, bahkan jauh-jauh hari sebelum bibit padi akan ditanam. petani harus mengolah lahan sawah agar tanahnya subur, mencari bibit yang berkualitas, menyiapkan saluran irigasi yang baik, kemudian baru menanam bibit, setelah itu menjaga bibit tadi dapat tumbuh dengan baik, memberi pupuk, mencabuti tanaman-tanaman liar, membasmi tikus, dll. dan masih banyak hla yang dilakukan petani agar padi yang dihasilkannya berkualitas.
begitu juga dalam membentuk anak-anak yang cerdas, sebaiknya orangtua mempersiapkan sejak sebelum menikah, saat hamil, dan saat anak telah lahir.karena untuk menghasilkan padi yang berkualitas harus dengan persiapan yang banyak dan berkualitas, maka otomatis membentuk anak yang berkualitas harus memiliki persiapan-persiapan yang lebih berkualitas juga.
pada prinsipnya, kecerdasan itu terbagi atas tiga macam yaitu
1. kecerdasan intelektual
untuk membentuk anak yang cerdas secara intelektual, ada empat hal yang perlu diperhatikan yaitu :
a. faktor gen
gen adalah bawaan yang dibawa anak sejak lahir. gen ini diperoleh dari perpaduan gen kedua orangtuanya. jadi untuk memperoleh gen yang baik, maka sebaiknya carilah calon suami/istri yang memiliki gen yang baik juga. seperti memiliki akhlak yang baik, cerdas, keturunan yang baik, dan sebagainya. menurut para ahli faktor gen ini berpengaruuh sebanyak 20%.
b. nutrisi
faktor nutrisi sangat mempengaruhi kecerdasan anak. dalam memberikan nutrisi, orangtua sebaiknya telah terlebih dulu memberikan asupan nutrisi yang baik ke diriya saat masih belum menikah. saat anak dalam kandungan, orangtua harus jauh lebih baik dalam memberikan nutrisi ke janin. pada trisemester pertama pertumbuhan otak janin sangat pesat,oleh sebab itu ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat, DHA, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan air. makanan yang banyak mengandung asam folat sangat baik untuk menghindari kerusakan pada tabung otak bayi. asam folat ini banyak terdapat pada sayuran hijau, wortel, tomat, buah-buahan, kacang-akacangan, dll. selain itu, ibu hamil jangan lupa mngkonsumsi susu agar asupan nutrisi cukup diterima janin.
tips : untuk mengatur menu yang baik selama hamil, cukup penuhi empat sehat lima sempurna.
saat anak sudah lahir, orangtua juga perlu menyediakan nutrisi yang memadai untuk anak. dimulai dengan ASI ekslusif, makanan-makanan yang bergizi dan cocok dengan umur anak agar anak bisa mencerna makanan dengan baik.
c. kasih sayang
pemberian kasih sayang ini sangat mempengaruhi kondisi psikis anak. jika psikis anak baik, maka akan linear dengan perkemabangan kecerdasan anak. oleh sebab itu, orangtua harus memberikan kasih sayang yang cukup untuk anak. sejak anak masih dalam kandungan, orangtua telah menunjukkan sikap psikis menerima kehadiran anak. menciptakan suasana yang tenang dan penuh kasih kepada anak, karena dengan kondisi jiwa yang tenang, sang ibu akan melepaskan ion-ino ketenangan juga kepada anak, begitu sebaliknya.
d. stimulus
pemberian stimulus ini juga sangat berpengaruh dalam membentuk kecerdasan anak. hal ini bisa dilakukan sejak anak masih dalam kandungan terutama empat bulan ke atas. pemberian stimulus ini dapat berupa nyanyian yang lembut, irama yang tenang, suara-suara yang indah,sangat baik jika sering memperdengarkan Alquran kepada anak, melakukan percakapan dengan si janin, mengelus-elus kandungan, dll. sedangkan saat anak sudah lahir berikan stimulus yang sesuai dengan umur anak, sehingga kreatifitas dan kecerdasan anak bisa maksimal ditingkatkan.
2. kecerdasan emosional
selain kecerdasan intelektual, yang perlu juga diperhatikan orangtua adalah kecerdasan emosional anak. anak yang tidak memiliki kecerdasan emosional cenderung akan pemarah, sensitif, kurang bisa beradaptasi dengan lingkungannya, dan cenderung gagal jika bekerja sama dalam suatu tim. hal ini tentuk tidak bagus untuk perkembangan anak, karena kemampuan beradaptasi dan sosialisasi mutlak diperlukan anak dalam menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial.
untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak, yang bisa dilakukan orang tua adalah :
a. memberikan tauladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. contoh: orang tua terlebih dahulu mencontohkan sikap yang saling menyayangi, sabar, pemaaf, dll, bagaiman hidup disiplin, mengembangkan jiwa suka memberi dan empati, menyapa orang lain dengan ramah, dan sebagainya.
b. menciptakan lingkungan yang kondusif untuk anak. seperti lingkungan masyarakat dan pergaulan.
c. memberikan arahan dan bimbingan. seperti : mendampingi sekaligus mengarahkan anak saat menonton televisi, program mana yang boleh ditonton dan mana yang tidak boleh.
3. kecerdasan spiritual
puncaik dari segala kecerdasan pada hakikatnya dalah kecerdasan spiritual. kecerdasan spiritual ini akan menjadi tolak ukur keberhasilan dua kecerdasan diatas. karena anak yag hanya memiliki kecerdasan intelektual dan emosional saja tanpa dibarengi kecerdasan spiritual, cenderung akan buntu dan down saat ia tak bisa lagi mencerna hal-hal yang tidak bisa diilmiahkan. selain itu, kecerdasan spiritual juga sangat berpengaruh dalam menjaga kualitas dua kecerdasan di atas. dengan adanya kecerdasan spiritual, anak-anak akan merasa yakin dan lebih optimis dalam kehidupannya karena mereka yakin bahwa saat mereka “jatuh” dan nyaris putus asa, anak-anak memiliki pegangan yang kuat dalam hidupnya. sehingga kita akan menemukan anak-anak yang tangguh dan cerdas baik saat mereka berada di puncak ataupun berada terperosok di antara “lembah”.
untuk meningkatkan kecerdasan spiritual anak adalah :
1. tauladan.
tauladan adalah pengajaran yang paling ampuh dalam mendidik anak. anak-anak cenderung akan meniru apa yang dilakaukan oleh orangtuanya. jadi bberikanlah tauladan yang baik kepada anak, tauladan yang berdisiplin namun penuh kasih sayang, tauladan yang tegas tapi bukan keras, dan tauladan yang mendidik serta terdidik. oleh sebab itu, kita selaku orangtua harus terus belajar, membaca, dan menemukan ilmu pengetahuan yang memadai, agar apa yang kita contohkan memiliki referensi yang jelas dan benar secara akidah.
2. memberikan pengetahuan yang memadai.
pengetahuan ini bisa melalui diskusi harian dirumah, bisa melalui TPA/TPSA/MDA, buku-buku, dan banyak fasilitas lainnya. namun yang perlu kita garisbawahi adalah kita perlu untuk mencari ilmu dan informasi yang banyak, agar fungsi orangtua sebagai guru pertama bagi anak, bisa kita laksanakan dengan baik dan maksimal. sesibuk apapun kita, kita masih punya waktu untuk membaca…
dari uraian diatas, benang merah yang bisa kita ambil adalah ketiga kecerdasan tersebut tidak bisa dipisahkan satu-satu. ketiganya adalah satu paket yang komplit dan berkaitan. jadi dengan bismillah mari kita semua selaku oragtua memberikan hal-hal terbaik untuk anak kita. dandengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, semoga kita bisa menjadi orangtua-orangtua yang berkualitas sehingga anak sebagai amanah Allah SWT yang dititipkanNya kepada kita, juga bisa kita didik menjadi lebih berkualitas dari kita sendiri…
dan sesungguhnya allah akan menjawab doa-doa orang yang meminta kepadaNya. jadi jangan lupa untuk berdoa. karena usaha tanpa diiringi doa adalah sia-sia. ya Allah anugerahkanlah kepada kami anak-anak yang berkualitas duni akhirat, sehat, cerdas, shalih dan shaliha. amiin
About the Author
2 Comments on “bagaimana membentuk anak-anak yang cerdas?”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

(1 votes, average: 4.00 out of 5)


Mba, artikelnya bagus…aku unduh ya untuk bahan makalah…
thx
ya ndak papa.. silahkan.. tapi jangan lupa cantumin sumbernya ya.. tq